Android Market Tembus 400 Ribu Apps

KOMPAS.com - Jumlah aplikasi Android di Android Market memang masih kalah dibandingkan jumlah aplikasi di Apple App Store. Namun celah antara keduanya makin menyempit. Berdasarkan laporan perusahaan analisis aplikasi Distimo, yang dikutip VentureBeat, jumlah aplikasi di Android Market telah mencapai 400.000 aplikasi.

Jual Game Tak Sesuai Janji, Gameloft Diprotes Pengguna Android

KOMPAS.com - Pengguna atau gamer yang memainkan game berjudul The Adventures of Tintin HD buatan Gameloft kecewa karena yang mereka dapatkan hanyalah game dengan kualitas gambar 2D. Ini tak sesuai dengan apa yang dipromosikan oleh Gameloft di Android Market.

Bobot UN dalam Seleksi PTN Masih Diformulasikan

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan segera memformulasikan besaran bobot nilai ujian nasional (UN) sebagai komponen menentukan dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh mengatakan, dalam waktu dekat, kementerian bersama Badan Standarisasi Nasional Pendidikan dan panitia S...

Tren Kesehatan 2012

Kompas.com - Selain resolusi, awal tahun juga disisipi beragam tren. Tren kesehatan ada di antaranya. Jika dicermati, tren kesehatan ini secara umum tak jauh beda dari tahun-tahun sebelumnya. Hanya ada sedikit penambahan maupun modifikasi. Yang menarik, tren kesehatan sekarang juga terkait dengan teknologi.

Kemdikbud Harus Evaluasi RSBI

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan Musliar Kasim menjanjikan akan melakukan evaluasi terhadap keluhan terkait sekolah berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Khususnya, persoalan yang diadukan Forum Komunikasi Orangtua Murid (FKOTM) SDN RSBI Rawamangun 12 Pagi, Rabu (4/1/2012).

Kemdikbud Akui RSBI Ciptakan Kasta

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan Suyanto tak menampik kritikan keras berbagai pihak yang menilai bahwa keberadaan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) menciptakan kastanisasi di dunia pendidikan. Kritikan ini dilayangkan karena mahalnya biaya masuk sekolah berlabel RSBI, yang hanya mampu dija...

Seluruh RSBI Belum Layak Jadi SBI

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Suyanto mengakui, seluruh Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang ada saat ini, belum layak untuk ditingkatkan menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).

Apa Pun Kondisinya, Rehabilitasi Sekolah Harus Selesai!

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Suyanto mengatakan, kementerian menyelesaikan rehabilitasi sekolah rusak yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun 2011. Meskipun, hingga saat ini, Kementerian Keuangan belum memutuskan apakah sisa APBN-P tersebut ...

Berat, Persyaratan Universitas Riset

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Persyaratan menjadi universitas riset dinilai cukup berat karena 25 persen pembiayaan operasional berasal dari kegiatan riset, kerja sama industri, dan hak kekayaan intelektual. Hal itu dikatakan mantan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Bambang Soehendro, di Yogyakarta, Senin (2/1/201...

E-Majalah Online

E-MajalaH berdiri dari beberapa website yang menghadapi isu-isu tertentu terkait dengan Teknologi, Pendidikan, Teknologi Pendidikan dan Faktor-Faktor terkait Sumber Daya Manusia. Saat ini (25, Februari 2012) kami sedang mengupdate situs ini dan beberapa situs yang terkait untuk memudahkan navigasi dan akses ke informasinya. Semoga situs ini akan sebagai pusatnya untuk diskusi dan informasi dari anda mengenai isu-isu terkait perkembangan.


AndroidLand Diluncurkan Di Bintaro Jaya Xchange

PT. Trikomsel Oke Tbk telah meluncurkan AndroidLand, sebuah toko ritel Android yang 100% menampilkan berbagai pilihan perangkat Android, layanan dan juga aksesoris yang lengkap. AndroidLand menampilkan stok terbaru dan terluas produk smartphone & tablet Android dari berbagai merek ternama (Bintaro Xchange Mall).

Come and meet their friendly and helpful staff.



Pendidikan Dan E-Learning Di Sekolah
Pemerataan Pendidikan?

Kapan kita akan mempunyai cukup komputer dengan Internet untuk memikirkan E-Learning di Tingkat Sekolah? Kalau kita ingin meratakan pendidikan oleh E-Learning, berarti semua sekolah akan mempunyai cukup komputer untuk mengajarakan "Pembelajaran TIK yang betul penting" dan banyak sekali komputer lagi untuk mengakses bahan online? Misalnya 1 komputer untuk 2 siswa (1:2).

Kenyataan: "Sekarang satu komputer untuk 2.000 siswa" (1:2.000). Harapan (dan target) Kemendiknas adalah Satu komputer untuk 20 siswa (1:20) pada tahun 2015 [kalau dapat dicapaikan] (pas cukup untuk belajar Mata Pelajaran TIK, tetapi tidak cukup sama sekali untuk mulai menggunakan Pembelajaran Berbasis-ICT secara nasional kan?). Jadi, kalau kita berani mimpi, satu komputer untuk dua (2) siswa mungkin terjadi kepada tahun berapa? - Jangan lupa bahwa setiap 5 tahun komputernya akan "obsolete" (ketinggalan zaman) dan perlu diupdate atau diganti, kan? Kapan Cukup Ya....?

E-Learning Untuk Meningkatkan
Kualitas Pendidikan

Katanya tujuan pendidikan kita adalah untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi. Bagaimana ini dapat dicapaikan oleh E-Learning, maupun Teknologi Informasi Komunikasi (TIK)? Bukan Pembelajaran Berbasis-ICT Mengancam Mutu Pendidikan? Stratetgi E-Learning adalah cocok untuk pembelajaran secara "hafalan" dan di mana kita ingin membentuk "perilaku yang seragam" (Berbasis-Behaviorisme) maupun E-Learning adalah pembelajaran yang sangat pasif kan? Tidak efektif di dalam kelas..

Teknologi Pembelajaran Yang Tepat Guna
Sudah Ada Di Semua Sekolah

Kalau menggunkan "Ilmu Teknologi Tepat Guna" (Ilmu Teknologi Pendidikan) komputer jarang dipakai di kelas, dan tidak perlu, sebetulnya (Jarang Tepat Guna).

"Teknologi Tepat Guna (TTG) sudah ada di semua sekolah di Indonesia "Sekarang", dan guru-guru hanya perlu belajar caranya menggunakan TTG secara efektif, dan bersama PAKEM kita dapat mencapaikan Pendidikan Standar Dunia. Maupun Menggunakan Strategi/Metodologi TTG (Yang Berbasis-Pedagogi) Adalah Cara Terbaik Untuk Mengintegrasikan Semua Macam Teknologi Dalam Pendidikan.

Pembelajaran Berbasis-ICT Di Kelas Dapat Sangat Mengancam Perkembangan SDM (Maupun Perkembangan Guru) Yang Kreatif Di Indonesia. Informasi lanjut...

E-Learning Adalah Lebih Efektif Di Dunia Bisnis Dan Industri
(Pelatihan Staf dan Karyawan)

Industri Kreatif TI akan Naik 20 Persen

Industri Kreatif TI"SURABAYA--MI: Pertumbuhan industri kreatif berbasis teknologi informasi (TI) secara nasional tahun ini optimistis naik 20 persen, yang disumbang oleh dominasi pengusaha yang bergerak dalam bidang perangkat lunak (software)."

"Keyakinan ini, karena omzet dari industri kreatif tahun lalu sebesar Rp100 triliun lebih besar dari industri otomotif. Dari angka tersebut, 50 persen lebih berasal dari total omzet pelaku usaha piranti lunak, kata Direktur Industri Telematika Ditjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian, Ramon Bangun, di Surabaya, Rabu." Cerita lengkap... Silahkan Mendaftar Industri TI Anda Di Sini

Sekarang kebanyakan pihak di lapangan sudah mengerti kesulitan untuk membuat bahan e-Learning yang bermutu, dan retorikanya sudah mulai menurun. Tetapi ada beberapa perusahaan di Indonesia yang membuat produk yang sangat bermutu dan kami ingin 'showcase' perusahaan-perusahaan tersebut dan produk-produk mereka. Misalnya ...

Truly Amazing Software

Ratio & Proportion AmazingEdu Software Pte Ltd is a fully Indonesian Owned International Marketing Company and has been a Pioneer in developing Computer Educational Software since 1986. They have produced a series of Educational Software for Primary and Secondary schools: Amazing Mathematics and Amazing Physics launched in April 2001.

A long research and development program together with a very experienced and professional development team has resulted in very high quality products. AmazingEdu product superiority can be seen by comparing it with similar products from United Kingdom, Malaysia, Singapore, South Korea, USA, Poland etc.
Silahkan Mendaftar Bisnis Software E-Learning Anda Di Sini

Guru Kesulitan Manfaatkan Software Pendidikan

"JAKARTA, KOMPAS.com — Pembelajaran dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi terus dikembangkan di sekolah-sekolah. Namun, minimnya pelatihan yang berkelanjutan kepada guru-guru mengakibatkan pemanfaatan sarana software pendidikan yang disediakan pemerintah tidak maksimal."

"Salah satu kesulitan yang dirasakan guru yakni pemanfaatan software pendidikan jenis virtual laboratorium untuk siswa SMP yang merupakan produk luar negeri. Sejak dibagikan ke ratusan SMP pada tahun lalu, pemanfaatan CD pembelajaran virtual lab di sekolah belum maksimal."

Tender diprotes

"Meskipun aplikasi di lapangan untuk software virtual laboratorium masih belum maksimal, pemerintah kembali memprogramkan penggadaan CD software pembelajaran Biologi, Fisika, Kimia, dan Matematika, tingkat SMP pada tahun ini. Pengadaan paket CD software pembelajaran tersebut menyerap anggaran negara sekitar Rp 15 miliar."

"Namun, proses tender CD software pembelajaran tingkat SMP itu diprotes sejumlah perusahaan software dalam negeri yang mendaftarkan diri. Pasalnya, spesifikasi yang ditetapkan panitia dinilai mengacu kepada produk software asing yang sudah didistribusikan di Indonesia."

"Sejumlah peserta tender yang melayangkan surat protes kepada Menteri Pendidikan Nasional yang ditembuskan juga antara lain ke Presiden RI mempertanyakan komitmen pemerintah dalam pengadaan jasa/barang yang seharusnya memprioritaskan produk dalam negeri, sesuai Instruksi Presiden RI Nomor 2 Tahun 2009 tentang Penggunaan Produk Dalam Negeri Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Mereka menilai persyaratan yang ditetapkan menutup peluang perusahaan software edukasi di Indonesia, tetapi secara jelas mengacu ke produk asing."

Ayo, Indonesia Bisa! Mengapa harus beli software dari luar negeri?

Ref: "Dibalik Pesona Linux" 23 Mei 2009 : Internet cepat

"Linux konon menawarkan sensasi berinternet dengan kecepatan lebih baik jika dibandingkan dengan sistem operasi lain. Hal tersebut sangat terasa ketika kita mengunduh data. Linux juga relatif aman dari serangan virus dari dunia maya karena menggunakan sistem file dan kernel yang berbeda dengan sistem operasi lain."

"Dengan Linux, kita juga tidak perlu membeli perangkat lunak tambahan karena semua sudah tersedia dalam satu paket. Misalnya, untuk mengetik kita tidak perlu membeli aplikasi perkantoran karena telah ada Open Office. Demikian pula perangkat lunak untuk chatting, browsing, dan sebagainya bisa langsung kita gunakan dalam sistem operasi tersebut. Semuanya bisa kita peroleh secara cuma-cuma. Alhasil, kita tidak perlu lagi menggunakan perangkat lunak bajakan."

"Linux juga tidak bergantung kepada vendor (vendor independence) karena dikendalikan oleh pengembang dan komunitas pengguna. Karena tidak bergantung pada vendor, Linux juga memiliki kelemahan. Beberapa pabrikan perangkat keras masih ada yang anti-Linux. Tidak mengherankan jika beberapa perangkat keras masih enggan bekerja maksimal di Linux."

"Di Indonesia, ketertarikan masyarakat terhadap Linux terbukti menguat. Hal itu bisa dilihat dengan maraknya komunitas pengguna Linux Indonesia seperti yang bisa kita lihat di Linux.or.id, Opensuse.or.id/, Mandriva-user.or.id, Ubuntu-id.org, dan UbuntuLinux.or.id. (OL-5)"

Untuk Informasi Opensource



Speedy Opensource Forum


E-Majalah Indonesia terisi artikel mengenai beberapa topik yang berhubungan dengan Teknologi, E-Media, Teknologi Pendidikan dan informasi mengenai teknologi untuk Masyarakat, Siswa-Siswi dan Remaja di Indonesia yang dapat meningkatkan pengetahuan dan ilmu pengembangan teknologi di Indonesia. Kami mengundang anda untuk mengirim artikel untuk dipublikasi di sini.

Salah satu E-Media yang termasuk paling berkembang di Indonesia maupun di dunia adalah WeBlog atau "Blog". Kami juga ingin mendukung lingkungan "Blogger" yang saat ini berkontribusi banyak kepada dunia E-Media di Indonesia. My Blog / Your Blog

Silahkan mengirim link ke Blog anda.



Silahkan mengirim Artikel Anda (dan Foto) ke:



Pendidikan Network Indonesia


PENDIDIKAN BERMUTU

Pendidikan Kelas Dunia

Metodologi Bermutu

Metodologi Indonesia

Pelajaran Berbasis-ICT?

Ilusi atau SolusiIlusi Atau Solusi

Pendidikan Kreatif

Pendidikan Kreatif

Dari Poverty Ke Power

From Poverty To Power

Perairan Vs Kemiskinan

Perairan Vs Kemiskinan

Kepentingan Hobi2

Keterampilan Yang Menarik Yang Berpusat Pelajar

Hobi Menjadi Bisnis

Hobi Menjadi Bisnis

Business Online

Business Online

Chat dan Saran Anda


Dunia Pers Indonesia

Dunia Pers Indonesia